Rabu, 01 Agustus 2012

// // Leave a Comment

Morfologi Daun Tebu

Daun   tebu  merupakan  daun  tidak lengkap,  yang  terdiri  dari  helai daun dan pelepah  daun  saja, sedang  tangkai daunnya  tidak  ada. Diantara  pelepah daun dan helai daun bagian sisi luar terdapat sendi segitiga daun, sedang pada bagian sisi dalamnya terdapat  lidah  daun. Yang  perlu diperhatikan dalam  mempelajari  tanda  pengenal  yang terdapat pada daun ialah pelepah daun dengan bagian-bagiannya terutama bulu-bulu bidang punggung dan telinga dalam seperti dijelaskan dalam pada gambar 2.1 yang menunjukkan gambar Letak Bulu/Rambut pada Daun dan 2.2 yang menunjukkan gambar Daun dengan Bagian-Bagiannya.
 
a.      Bulu bidang punggung
Yang  dimaksud dengan bulu bidang punggung yang selanjutnya disebut bidang punggung ialah kelompok bulu yang terdapat pada bagian tengah punggung pelepah daun sebelah luar.
Yang perlu diperhatikan ialah  :
-       Ada atau tidaknya bulu bidang punggung tersebut
-       Pertumbuhan kelompok bulu apakah sempit atau lebar serta mencapai puncak pelepah atau tidak
-       Kedudukan bulu-bulu berdiri atau rebah.
-                   Ukuran panjang bulu-bulu tersebut
Bulu bidang punggung dinamakan sempit (Gambar 2.3), apabila pertumbuhan kelompok bulu itu lebarnya kurang dari  1/4  lebar pelepah daun. Dinamakan lebar (Gambar 2.4), apabila pertumbuhan bulu-bulu itu lebarnya  lebih dari  1/4  lebar pelepah daun.
 
a.      Telinga  dalam  pelepah  daun
Yang dimaksud dengan telinga  daun  ialah tonjolan di sebelah atas tepi pelepah daun. Sedangkan  telinga dalam ialah telinga pelepah daun sebelah dalam.
Yang perlu diperhatikan  ialah  :
-       Ada atau tidak adanya telinga dalam tersebut.
-       Pertumbuhan tinggi telinga  apakah kuat, sedang atau lemah
-       Kedudukan telinga dalam tersebut apakah serong atau tegak
Klon tebu dikatakan  bertelinga, apabila tinggi telinganya lebih panjang atau atau sama dengan lebarnya  (Gambar 2.5 s.d 2.7). Sebaliknya dikatakan tidak bertelinga, apabila tinggi teling lebih pendek  dari pada lebarnya  (Gambar 2.8).
Kedudukan telinga dikatakan serong  (Gambar 7), apabila tepi pelepah daun dan tepi luar telinga merupakan suatu garis lengkung atau membuat sudut. Kedudukan telinga dikatakan tegak (Gambar 8), apabila tepi pelepah daun dan tepi luar telinga merupakan garis lurus.
Pertumbuhan telinga dikatakan kuat  (Gambar 7), apabila tinggi teling  3 kali atau lebih dari pada lebarnya,  dikatakan  sedang  (Gambar 8), apabila tinggi telinganya lebih dari  1  sampai  3 kali lebarnya, sedangkan  pertumbuhan  telinga  dikatakan  lemah  (Gambar 9), apabila tinggi telinganya sama dengan lebarnya.
  


Sumber : Sugiyarta, Eka. Pengenalan dan Identifikasi Varietas Tebu. (tidak diterbitkan). Hal. 3-12.