Jumat, 18 Oktober 2013

// // Leave a Comment

Metode Pembibitan Single Bud Planting Model Columbia

Dalam pelaksanaan magang, kegiatan budidaya petani yang dilaksanakan adalah pembibitan dengan metode single buds yang sudah berjalan sejak sekitar dua tahun yang lalu. Berikut langkah-langkahnya:

a. Pembuatan Bedengan

Pembuatan bedengan dibuat miring salah satu sisi panjangnya yang bertujuan untuk memperlancar proses drainase pada bedengan jika dalam bedengan terjadi kelebihan air.

Ukuran bedengan :

- Panjang : 7 meter

- Lebar : 1 meter

- Tinggi : 10 cm

- Tebal Bantalan/Lalahan : 4 cm

- Tebal Tanah Media : 5 cm

- Tebal Tanah Media Penutup : 1 cm

clip_image002

Gambar 1. Bedengan

 

b. Kletek Bibit

- Sumber bibit harus jelas (Bersertifikasi)

- Asal bibit berasal dari koleksi KBP, KBN, KBI, dan KBD

- Bibit yang dikletek harus langsung diseleksi untuk menjaga kemurniannya dan disortasi, manakala terdapat bibit yang tercampur disendirikan.

clip_image004

Gambar 2. Kletek Bibit

 

c. Bor Mata Bibit

- Bibit yang sudah dikletek diambil mata tumbuhnya dengan cara dibor dengan diameter ± 2-3 cm tergantung mata bor yang dipergunakan.

- Bibit dipotong menjadi 3 bagian (Pucuk, Tengah, Bawah/Bongkot) dan dipisahkan perbagian untuk mempermudah sortasi.

- Dalam proses pengambilan/pengeboran mata bibit diusahakan posisi mata tetap berada di tengah.

clip_image006

Gambar 3. Pengambilan Mata Bibit

 

d. HWT (Hot Water Treatment)

- Mata bibit yang telah di bor dikumpulkan dan dimasukan kedalam jaring (waring)

clip_image007

Gambar 4. Mata Bibit dalam Jaring

- Direndam dan dibersihkan dengan menggunakan air dingin untuk menghilangkan kotoran, sehingga tidak menghambat proses HWT.

clip_image008

Gambar 5. Pembersihan Kotoran

- Setelah dibersihkan dengan menggunakan air dingin tahap selanjutnya mata bibit direndam dengan menggunakan air panas dengan suhu ± 51°C selama 30 Menit, untuk indikator suhunya dengan menggunakan termometer yang dipasang pada drum.

clip_image009

Gambar 6. Perendaman dalam Air Hangat (HWT)

- Setelah dilakukan perendaman dengan menggunakan air panas, mata bibit direndam dalam larutan Seed Treatment Insektisida (Cruiser 350 FS) selama ± 10 Menit.

clip_image010

Gambar 4.7. Perendaman menggunakan Insektisida

- Setelah melalui tahapan perendaman Seed Treatment Insektisida selanjutnya mata bibit kembali direndam dalam larutan Zat Pengatur Tumbuh + Fungisida (Atonik) selama ± 10 Menit.

 

e. Sterilisasi Tanah/Media

- Tanah/media tanam adalah campuran antara kompor dan tanah dengan perbandingan 50 : 50, dicampur lalu diayak agar didapatkan campuran kompos dan tanah yang lembut

- Tanah/media hasil ayakan dimasukan kedalam karung, yang selanjutnya akan dikukus/dimasak seperti memasak nasi dalam dandang dengan suhu 100°C, selama ± 45 menit.

- Sterilisasi tanah dilakukan guna menghambat/mematikan biji-biji/benih-benih gulma dalam tanah yang dapat mengganggu pertumbuhan mata bibit.

- Untuk pemanasannya bisa menggunakan kompor gas atau menggunakan tungku dengan bahan bakar kayu atau briket batu bara.

- Untuk kontrol dan indikator suhu dipasang termometer 110°C pada drum/dandang.

 

f. Penanaman/Tanam

- Bedengan yang telah dibuat bantalan/lalahan dengan tebal ± 4 cm, lalu ditutup/dibungkus dengan menggunakan mulsa platik TS hitam sebagai pembatas bantalan/lalahan dengan tanah media di atasnya.

- Setelah di tutup mulsa plastik, bdengan diisi dengan tanah yang sudah dikukus/yang sudah disterilisasi dengan ketebalan ± 5 cm.

- Setelah bedengan diisi media tanah yang sudah disterilisasi, mata bibit ditanam dan diletakkan dengan jarak antar bibit 2 x 2 cm atau 3 x 3 cm, setelah itu mata bibit ditutup dengan tanah yang sudah disterilkan dengan ketebalan ± 1 cm (merem melek).

clip_image011

Gambar 8. Bedengan yang telah ditanami

- Perawatan yang dilakukan yaitu dengan cara menyiram mata bibit dalam bedengan 1 hari 2 kali (pagi dan sore) hari.

clip_image012

Gambar 9. Perawatan Bibit

-      (Tanaman umur ± 5-7 hari HST)

 

g. Transplanting ke Pot Tray

- Transplanting mata bibit dari bedengan ke pot tray dilakukan setelah mata bibit berumur ± 10-15 HST (Hari Setelah Tanam) atau tanaman mempunyai ± 2 helai daun.

- Pengambilan mata bibit dilakukan satu per satu dengan menggunakan bambu yang sudah kita design sedemikian rupa guna mempermudah pengambilan bibit dalam bedengan.

- Bibit yang sudah ditransplanting kedalam pot tray disiram dan selanjutnya ditempatkan diatas mulsa plastik/rak agar perakaran tidak menembus tanah.

- Pemeliharaan bibit dalam pot tray yaitu disiram 1 hari 2 kali (pagi dan sore hari), serta dilakukan pemupukan yang dilarutkan dalam air dengan dosis 2 gram/m² pot tray setiap 4-5 hari sekali.

- Setelah bibit berumur ± 2 – 2,5 bulan sudah bisa ditransplanting ke lahan/kebun.

clip_image013

Gambar 10. Tanaman umur ± 10 – 15 HST

clip_image014

Gambar 11. Pemindahan Bibit umur ± 10 – 15 HST ke Pot Tray

clip_image015

Gambar 12. Bibit umur 2 – 2,5 bulan (siap untuk ditransplanting)

clip_image017

Gambar 13. Bibit umur 3 – 5 bulan (sudah ditransplanting ke lahan/kebun)