Selasa, 18 September 2012

// // Leave a Comment

Proses Kehidupan Tanaman Tebu

Teknik Budidaya Tebu harus memperhatikan kondisi sumber daya alam yang secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh pada produktivitas tanaman tebu. Sumber daya alam jika dikaitkan dengan aktivitas pertumbuhan tebu dan fisiologi tanaman sangatlah berpengaruh khussunya pada fase-fase tertentu. Terdapat lima fase pertumbuhan tebu, yaitu :
1.      Fase Perkecambahan
Fase perkecambahan adalah perubahan mata tunas tebu yang dorman menjadi aktif menjadi tunas tebu muda atau kecambah. Kebutuhan ekstrinsik yang diperlukan yaitu O2, air, dan sinar matahari sedangkan kebutuhan intrinsik seperti hormon sudah tersedia di dalam stek. Proses perkecambahan berlangsung 4 sampai 6 minggu. Perkecambahan yang baik berarti modal pokok dalam budidaya tebu dan tunas kecambah akan dianggap memadai bila ada 3-4 kecambah per meter juringan.
2.      Fase Pertunasan
Proses  keluarnya tunas-tunas/anakan dari pangkal tebu muda mulai berlangsung pada umur 1,5 bulan sampai umur 3-4 bulan tergantung dari varietasnya. Proses pertunasan membutuhkan air, sinar matahari, oksigen, hara N dan P. Pertunasan yang baik terjadi jika setiap rumpun terdiri dari 1 batang induk tebu dengan 4-6 tunas anakan.
3.      Fase Perpanjangan Batang
Pada fase ini biomassa tebu bertambah secara eksponensial dengan daun bertambah banyak, batang membesar diameternya, dan terutama batang bertambah panjang dengan menumbuhkan ruas-ruasnya. Fase perpanjangan batang atau pertumbuhan besar berlangsung selama 6 bulan.
4.      Fase Pengisian Gula
Fase ini dikenal dengan fase kemasakan karena proses pengisian gula hasil fotosintesis yang terjadi lebih besar daripada perombakan gula untuk pertumbuhan vegetatif tebu. Pada fase ini air di tanah harus sudah menipis sampai habis, kadar N di tanah sudah habis dan atau beda suhu udara malam-siang besar sekali. Kondisi lingkungan ini biasanya terjadi di akhir musim hujan yakni Mei sampai Juli. Sedangkan sumber sinar matahari harus penuh menyinari tajuk tebu. Jika kondisi yang diharapkan tidak terjadi maka dapat diberikan zat pemacu kemasakan.
5.      Fase Kematian
Fase ini dapat datang lebih awal atau bahkan tidak terjadi sama sekali, bergantung pada keterdiaan air di tanah. Pada fase ini tebu mulai kekurangan nira dan air dalam tubuhnya sehingga berat dan rendemennya menurun. Upaya untuk mencegah berlanjutnya fase ini adalah dengan pengairan yang ditujukan untuk mempertahankan batang-batang tua yang mengalami dehidrasi.